|
Nov 10
|
Kebisingan adalah bunyi yang tidak di inginkan karena tidak sesuai dengan konteks ruang dan waktu sehingga dapat menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan manusia. Kebisingan merupakan suara yang tidak diinginkan yang bersumber dari alat produksi dan atau alat yang pada tingkat tertentu akan menimbulkan gangguan pendengaran. Kebisingan (Noise) dapat juga diartikan sebagai sebuah bentuk getaran yang dapat berpindah melalui medium padat, cair dan gas. (Harris, 1991). Kebisingan adalah produk samping yang tidak diinginkan dari sebuah lingkungan perindustrian yang tidak hanya mempengaruhi operator mesin dan kendaraan, tetapi juga penghuni lain tempat dalam gedung tempat mesin tersebut beroperasi, para penumpang dalam kendaraan dan terutama komunitas tempat mesin, pabrik, dan kendaraaan tersebut dioperasikan. Peningkatan tingkat kebisingan yang terus-menerus dari berbagai aktivitas manusia pada lingkungan industri dapat berujung kepada gangguan kebisingan.
Kebisingan di lingkungan kerja khususnya pada pabrik pengergajian kayu disebabkan oleh peralatan-peralatan pabrik yang hamper keseluruhannya merupakan kebisingan yang kontinyu dengan intensitas yang berbeda, intensitas bising dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelas yaitu :
· Kebisingan < 85 dBA
· Kebisingan 85-95 dBA
· Kebisingan > 95dBA
Telinga manusia sebagai suatu komponen penerima dalam pembangkitan suara,yang memiliki karakteristik tertentu dalam memberikan respons terhadap penerima gelombang suara yang akan diterimanya nanti. Telingan manusia memiliki struktur mekanik yang rumit dan komplek dengan karakteristik yang unik. Telinga manusia berfungsi sebagai penerima dan penerus informasi dari sel-sel indera luar ke pusat indera. Respons telinga terhadap suara terdiri dari tanggapan terhadap frekuensi, tanggapan terhadap intensitas suara yang sangat bervariasi seperti misalnya tanggapan obyektif dan tanggapan subyektif. Tanggapan obyektif dikaitkan dengan tanggapan manusia terhadap intensitas suara (umumnya untuk suara dengan intensitas suara yang cukup tinggi) dan tanggapan terhadap frekuensi. Telinga manusia mampu merespon suara dengan frekuensi antara 20 -20.000 Hz dan tingkat kebisingan 0 – 140 dBA.
Menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor:Kep 48/MENLH/11/1996,”Kebisingan di definisikan sebagai masuknya energi suara yang tidak dikehedaki dalam bentuk kebisingan ke dalam lingkungan sedemikian rupa sehingga mengganggu peruntukannya”. Dari sudut pandang lingkungan maka kebisingan lingkungan termasuk kategori pencemaran karena dapat menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan manusia.
Pengaruh kebisingan terhadap manusia tergantung pada karakteristik fisis, waktu berlangsung dan waktu kejadiannya. Pendengaran manusia sebagai salah satu indra yang berhubungan dengan komunikasi (suara). Telinga berfungsi sebagai fonoreseptor yang mampu merespon suara pada kisaran antara 0 – 140 dBA. Frekuensi yang dapat direspon oleh telinga manusia antara 20 – 20.000 Hz, dan sangat sensitif pada frekuensi antara 1000 sampai 4000 Hz (Sasongko dkk., 2000).
Ambang batas keamanan yang direkomendasikan oleh Occupational Safety and Health Admistration (OSHA) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mengacu pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-51/MEN/1999, tentang baku mutu tingkat kebisingan, yaitu intensitas bising rata-rata tidak lebih dari 85 dB selama 8 jam per hari atau 40 jam per minggu, serta getaran alat kerja yang kontak langsung maupun tidak langsung pada lengan dan tangan tenaga kerja ditetapkan sebesar 4 meter per detik kuadrat.
Upaya pengendalian kebisingan dilakukan melalui pengurangan dan pengendalian tingkat kebisingan sumber, pelemahan intensitas dengan memperhatikan faktor alamiah (jarak, sifat media, meknisme rambatan dan vegetasi) serta upaya rekayasa (reduksi atau isolasi getaran sumber, pemasangan penghalang, desain struktur dan pemilihan bahan peredam).
Industri pengergajian kayu yang menimbulkan kebisingan seharusnya memperhatikan kapan kebisingan terjadi pada tingkat tertinggi, pada waktu siang ataupun malam hari. Serta juga menbandingkan kebisingan lingkungan industry pengergajian kayu yang terjadi pada saat mesin pengergaji kayu dijalankan maupun dimatikan. Kebisingan terjadi karena ada sumber bising, media penghantar yang berbentuk materi atau udara, yang mana pekerja yang ada di lingkungan pabrik terkena dampak .
Pengendalian Bising di industry pengergajian kayu (Industrial Noise Control) dilakukan untuk menanggulangi bising mesin-mesin serta uasha untuk melindungi para pekerja dari efek buruk dari paparan bising dan intensitas tinggi. Beberapa teknik pengendalian yang sering digunakan antara lain dengan ccara menutup sumber bising (acoustic enclosure), penahan bising (noise shielding) serta peredam bising (noise lagging). Selain itu pengendalian bising dapat dilakukan pada sector penting yaitu :
1. Pengendalian pada sumber bising, yaitu melakukan upaya agar tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh sumber kebisingan dapat dikurangai ataupun dihilangkan sama sekali. Sebagai contoh usaha yang dapat dilakukan antara lain menciptakan mesin-mesin dengan tingkat kebisingan yang dibawah standar kebisingan, menempatkan sumber kebisingan jauh dari penerima khususnya pada para pekerja, menutupi sumber kebisingan (acoustic ensclosure).
2. Pengendalian pada medium, yang mana pada pengendalian ini ada 2 macam medium yaitu udara serta struktur bangunan. Beberapa usaha pengendalian kebisingan pada medium ini antara lain merancang penghalang akustik (acoustic barrier),dinding insulasi (insulation walls)serta memutus jalur getaran melalui pemasangan vibration absorber.
3. Pengendalian pada Penerima, yaitu melakukan upaya perlindungan pada pendengar (manusia) yang terkena paparan bising (noise exposure) dengan intensitas tinggi dan waktu yang cukup lama. Biasanya pengendalian bising ini diperlukan pada lingkungan industri atau pabrik bagi para pekerja yang berhadapan dengan mesin– mesin. Pengendalian bising disini dimaksudkan untuk melindungi para pekerja dari kemungkinan kerusakan pendengarannya sebagai akibat dari dosis bising (noise dose) yang diterimanya setiap hari kerja. Sesuai dengan peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Indonesia dipersyaratkan bahwa untuk tempat kerja dengan tingkat bising = 85 dBA, maka pekerja diharuskan untuk memakai pelindung telinga (ear protector) seperti misalnya ear plug, ear muff atau kombinasi dari keduanya, selain mengatur waktu kerja untuk mengurangi dosis bising yang diterimanya setiap harinya.
The Herschel Space Observatory telah bentak gambar pertama sejak peledakan ke luar angkasa pada 14 Mei 2009. Misi, yang dipimpin oleh Badan Antariksa Eropa dengan partisipasi penting dari NASA, akan menggunakan cahaya inframerah untuk mengeksplorasi akar kosmik kita, pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana mengatasi bintang-bintang dan galaksi dilahirkan. Yang baru “menyelinap preview” gambar ini diambil sebagai upaya awal untuk menunjukkan bahwa Herschel bekerja, dan, khususnya, bahwa teleskop adalah terfokus dan benar sesuai dengan instrumen sains. Ini menunjukkan Pusaran Air galaksi, yang terletak relatif dekat, sekitar 35 juta tahun cahaya jauhnya, di konstelasi Tongkat Venatici.
dan di sekitar awan - mulai dari beberapa juta tahun di luar awan menjadi kurang dari satu juta di pedalaman - menjadikannya sebagai ajang pengujian penting untuk pembentukan bintang.
melihat dengan menggunakan cara lain. Dunia tersembunyi ini, pernah mengungkapkan, dapat memberi kita petunjuk tentang asal-usul alam semesta. Pelajari lebih lanjut dengan melihat “An Inframerah Cari Asal-usul”.
elajari lebih lanjut dengan menonton video terbaru dari kami yang memenangkan penghargaan seri Minta Astronom: + “Apa yang akan terjadi pada Bumi ketika Matahari mati?”
Jenis dan jumlah gelombang magnet itu sangat banyak di bumi. Di antaranya sebagai akibat gravitasi bumi. Berarti mau tak mau menyelubungi berbagai makhluk, termasuk manusia. Para pakar fisika murni pun sudah banyak mengamati gejala bio magnetik pada manusia. Mereka berasumsi, hilang timbulnya berbagai penyakit pada manusia secara periodik mungkin saja di antaranya karena naik turunnya gejala magnetik. Apalagi jika dikaitkan dengan reaksi sel terhadap medan magnet. Malah sekarang terdapat isu tentang pertalian telepon genggam terhadap tubuh. Ini tentu bertalian dengan gelombang bunyi yang secara fisika memang bertalian erat dengan gelombang magnet.
Makhluk hidup di bumi pasti akan memerlukan adanya oksigen dan air di dalam kehidupnnya. Diantara makhluk hidup tersebut, ada beberapa makhluk yang juga sangat membutuhkan kehangatan yang diperoleh dari Far Infrared Rays / FIR untuk menunjang kehidupan.
pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan Jerman, Spectroscopes yaitu pada tahun 1800. Sejak itu banyak penelitian dari Italia, Amerika, Jerman dan Jepang yang mengatakan bahwa FIR sangat menolong meningkatkan kesehatan. Sejak tahun 1980 penemuan yang dikeluarkan dari Amerika , Jepang, Korea dan Cina telah mulai mengumpulkan data dan bukti ilmiah kontribusi FIR bagi kesehatan manusia. Secara karakteristik fisika FIR merupakan cahaya yang tak dapat dilihat oleh mata, lurus, membias dapat diserap,menghasilkan kehangatan, dan mengharmoniskan kehidupan pada manusia.
Radiasi FIR sangat popular di Jepang dan Korea, banyak penemuan secara klinis yang telah dieksperimenkan dan diaplikasikan dalam penggunaan sehari-hari. Penelitian yang lebih jauh mengenai FIR telah dilakukan oleh ilmuwan Jepang menunjukan bahwa Radiasi FIR sama dengan rata-rata “QI” (kekuatan hidup) 8 mikron, panjang gelombang yang dapat memancarkan “QI GONG” , terapi yang telah dipraktekan oleh terapis Cina sejak 3000 tahun yang lalu.
Jika “QI” terganggu maka akan mengganggu pula fungsi kenormalan tubuh. Suhu tubuh manusia normal berkisar antara 36-37oC. Saat kita melakukan olahraga tubuh akan menjadi hangat dan berkeringat. Dalam proses ini “sampah dan racun ” dikeluarkan. Adalah sebuah fakta bahwa material seperti pakaian dapat membuat tubuh menjadi hangat dan berkeringat, namun tidak dapat memancarkan FIR untuk menyerap sampah dan racun tersebut hal ini disebabkan hanya material yang mengandung FIR saja yang memiliki efek terapeutic (perbaikan), jika digunakan dalam jangka waktu panjang tubuh manusia akan menerima manfaat kesehatan yang optimum.
Dr. Toshiko Yamazaki, MD peneliti asal Jepang sekaligus pemilik klinik terapi di Jepang merupakan salah satu ilmuwan yang mendalami teknologi Far Infrared Rays. Dalam salah satu bukunya yang berjudul ” The Science of Far Infrared Wave Therapies” beliau menemukan terapi pengobatan dari kekuatan FIR. Selain itu masih banyak penelitian yang dilakukan seputar FIR sebagai sinar biogenetik. Salah satunya oleh Prof. Tanji asal Jepang yang melakukan penelitian terhadap tikus putih menunjukan bahwa sel kanker dengan aplikasi FIR dapat membantu mengupayakan sel kanker kembali ke sel normal. Inilah sebabnya dikatakan bahwa sinar bio genetik sungguh ajaib.
Para peneliti dan spesialis di bidang kedokteran mengatakan bahwa tubuh dapat dengan cepat bereaksi untuk menyerap infrared. Dikatakan bahwa FIR dapat menyebabkan molekul air di dalam tubuh manusia bergetar dan menyebabkan reaksi penyerapan, menyebabkan suhu dibawah permukaan kulit menjadi meningkat. Ini melebarkan pembuluh darah dan membuang rintangan yang dapat menganggu metabolisme, mengaktifkan jaringan untuk menghasilkan enzyme dan pada akhirnya membantu meningkatkan kesehatan seseorang.
